News

Mendukbangga Siapkan Trauma Healing bagi Korban Tabrakan Kereta

Tentu nanti kita akan tindaklanjuti, kalau butuh dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga, trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ

Jakarta (KABARIN) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) kepada korban kecelakaan kereta di Bekasi yang membutuhkan.

Wihaji di Jakarta, Selasa, menyampaikan duka cita dan keprihatinannya atas insiden tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Ia menegaskan saat ini fokus utama adalah penanganan para korban.

"Tentu nanti kita akan tindaklanjuti, kalau butuh dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga, trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ," ucap Wihaji.

Peristiwa nahas tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL atau commuter line. Berdasarkan kronologi, pada pukul 20.30 WIB KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir menuju Surabaya.

Kemudian pada pukul 20.52 WIB, KRL dengan kode 5181B tujuan Jakarta menabrak sebuah taksi yang mogok di perlintasan Jalan Ampera, sementara KRL dengan kode 5568A tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Selang beberapa menit, tepatnya pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga lokomotifnya masuk ke bagian belakang gerbong KRL.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut bertambah menjadi 14 orang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan data tersebut berdasarkan pembaruan hingga pukul 08.45 WIB.

Para korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: